Tidak ada pengertian yang pasti untuk arti dari sastra. Banyak orang – orang yang mendefinisikan sastra dengan berbeda – beda. Sapardi menjelaskan bahwa sastra adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial dan memberikan gambaran tentang kehidupan. Ada juga yang berpendapat kalo sastra itu sifatnya imajinatif dan fiksi, padahal kan ga semua sastra itu fiktif. Ada yang diambil dari kisah nyata namun mungkin ada beberapa yang dimodifikasi agar cerita menjadi lebih masuk akal dan enak untuk disimak oleh orang lain. Sebenarnya cerita – cerita fiktif yang ditampilkan oleh pengarang tidak terlepas dari kejadian secara langsung dan tidak langsung yang dialami. Tapi yang jelas sastra itu bukan cuma kata – kata indah atau cerita – cerita namun sastra adalah kebudayaan. “bahasa menunjukan identitas bangsa”. Jadi pelihara bahasa Indonesia maka identitas Indonesia juga terpelihara.
Dalam tradisi sastra Melayu lama, Prosa adalah seluruh hasil karya cerita lisan dan bukan lisan yang panjang, baik yang berbentuk cerita maupun bukan cerita dengan bahasa Melayu sebagai medium. Tradisi lisan muncul tiga jenis genre prosa yang sangat popular yaitu : mitos, legenda dan dongeng. Sedangkan dari tradisi lisan yaitu : cerita (narasi) dan bukan cerita.
Menurut zamanya prosa dibedakan menjadi dua, yaitu
1. Prosa Lama
Berkembang pada kisaran sebelum 1900-an. Dibedakan pada jenis fokslore (cerita rakyat), hikayat, tambo, epos, cerita berbingkai dan kitab – kitab.
Prosa lama biasanya memilki ciri – ciri :
· Cerita seputar istana atau istana sentries
· Menggambarkan tradisi masyarakat yang lebih menonjolkan kekolektifan oleh karena itu dianggap milik bersama
· Anonim
· Disampaikan secara lisan
2 Prosa Baru
Adalah karya yang banyak dipengaruhi oleh budaya bangsa barat dan mulai masuk di Indonesia setelah dunia pers berkembang di Indonesia.
Contoh prosa baru :
· Distikon, sanjak dua seuntai biasanya bersajak sama.
· Terzina, sanjak 3 seuntai
· Quatrain, sanjak 4 seuntai
· Quint, sanjak 5 seuntai
· Sextet, sajak 6 seuntai
· Septima, sajak 7 seuntai
· Stanza (Octav), sajak 8 seuntai
· Soneta, kesusastraan Italia yang lahir pada pertengahan abad 13 di kota Florence dengan rima bebas
· Pantun, kesusastraan Indonesia Asli dengan rima a-b-a-b
· Puisi, karangan terikat
Prosa fiksi
adalah prosa yang bisa menegembangkan imajinasi manusia yang menyaksikan pertunjukan atau dari bacaan (novel). Biasanya prosa fiksi dikemas dalam entuk buku dan tampilan panggung (drama) atau bahkan sekarang sudah beranjak ke layar lebar, seperti misalnya Lord of The Rings, Transformer, G.I.Joe, Harry Potter, Iron Man, Surrogates dan masih banyak lagi film yang berawal dari cerita berupa novel lalu kemudian diangkat ke layar lebar.
Menonton dan membaca prosa fiksi memang sangat menyenangkan karena kita dibawa untuk berimajinasi dengan tingkat tinggi dan membuat cerita serasa tidak bosan untuk disaksikan. Berikut adalah nilai – nilai yang didapat dari prosa fiksi :
· Memberikan kesenangan
· Memberikan informasi
· Meningkatkan imajinasi
· Berfikir lebih jauh kedepan
· Memberikan wawasan yang luas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar